Lewati ke konten

Bot Grid

Panduan ini menjelaskan bot Grid secara menyeluruh: apa yang dilakukannya, apa arti setiap kontrol yang Anda atur, dan proteksi apa saja yang perlu Anda pasang sebelum bot berjalan. Penjelasan sepanjang ini tidak muat di dalam aplikasi, jadi kami letakkan di sini.

Untuk gambaran singkat tentang bot secara umum, lihat Otomasi: Grid dan DCA.

Bot Grid memasang jenjang order beli dan jual pada rentang harga yang Anda tentukan. Setiap kali harga turun menyentuh satu level, bot membeli; setiap kali harga naik menyentuh level di atasnya, bot menjual dan mengambil selisihnya sebagai profit. Selama harga bergerak bolak-balik di dalam rentang, siklus beli-jual ini berulang terus.

Dua hal yang perlu Anda pahami sejak awal:

  • Grid mengambil untung dari harga yang bolak-balik, bukan dari tren. Rentang yang tepat lebih menentukan hasil daripada jumlah level.
  • Risiko terbesar grid adalah harga keluar dari rentang. Karena itu proteksi di bagian 5 bukan pelengkap, melainkan bagian dari menyusun bot.
  • Long (default). Beli saat turun, jual saat naik, di dalam rentang Anda. Mode standar untuk kebanyakan kondisi.
  • Short. Kebalikannya: jual saat naik, beli kembali saat turun. Cocok bila Anda menilai pasar cenderung melemah di dalam rentang.
  • Neutral. Memegang dua sisi sekaligus. Perlu dicatat untuk Binance: mode ini memakai hedge mode se-akun, bukan per pair, sehingga deploy membutuhkan akun futures yang sudah hedge mode atau bersih total dari posisi dan order.
  • Tingkat risiko. Titik awal penyusunan: lebar rentang (diturunkan dari ATR, ukuran volatilitas pasar), kerapatan grid, dan batas risiko bergerak bersama. Conservative lebih lebar dan tenang, Aggressive lebih rapat dan aktif. Semua tetap dapat Anda ubah satu per satu setelahnya.
  • Range Low dan Range High. Batas bawah dan atas tempat grid bekerja. Anda dapat memakai rentang yang disusun otomatis dari ATR, atau menuliskannya sendiri.
  • Grid count. Jumlah level di dalam rentang. Makin banyak level berarti transaksi makin sering dengan profit per grid makin tipis. Bila jarak antar level lebih kecil dari biaya transaksi, aplikasi memperingatkan Anda untuk melebarkan rentang atau mengurangi level.
  • Spacing. Cara jarak antar level dihitung. Geometric: tiap level berjarak persen yang sama, sehingga profit per grid satu angka dan risiko merata di sepanjang rentang; ini default industri. Arithmetic: tiap level berjarak dolar yang sama, sehingga persennya lebih besar di bawah dan lebih kecil di atas; profit per grid menjadi rentang dan risikonya asimetris. Spacing terkunci setelah deploy, dan opsi trailing belum tersedia untuk arithmetic.
  • Capital. Modal yang dialokasikan ke bot ini, terpisah dari saldo lain. Aplikasi menampilkan pembagian per level dan menolak konfigurasi yang jatuh di bawah minimum order bursa.
  • Allocation mode. Cara modal dibagi ke tiap level. Equal membagi rata dan cocok untuk kebanyakan pengguna. Martingale memberi modal lebih besar ke arah pemburuk, yang berarti averaging lebih agresif dan drawdown lebih dalam saat rentang jebol. Custom multiplier memungkinkan Anda menyetel pengali per level sendiri di rentang 1.05 sampai 2.0.

Bagian ini wajib dikonfigurasi. Proteksi modal adalah dasar dari bot yang sehat, bukan pilihan tambahan.

  • Stop loss. Batas kerugian untuk seluruh bot, dihitung dari modal. Tersentuh berarti bot menutup semua posisi dan berhenti.
  • Take profit. Target profit opsional untuk seluruh bot. Bila diatur, bot menutup semua posisi dan berhenti begitu total profit mencapai persen ini dari modal.
  • Max Drawdown Stop dan Daily Loss Limit. Rem tambahan yang menghentikan bot saat penurunan modal atau kerugian harian menyentuh batas yang Anda pasang.
  • Capital lock. Batas eksposur maksimum untuk bot ini, sehingga averaging atau perpanjangan grid tidak pernah memakai lebih dari yang Anda relakan.
  • Harga trigger mulai. Harga opsional yang ditunggu sebelum grid mulai memasang order. Kosongkan untuk mulai seketika. Bila diisi, bot menunggu sampai harga menyentuh level ini, lalu mulai bekerja.
  • Trailing stop. Pengunci profit opsional. Bot melacak puncak equity; begitu untung minimal persen yang Anda atur, fitur aktif, dan bila equity turun kembali sebesar persen itu dari puncak, bot menutup semua dan berhenti. Berbeda dengan stop loss yang mengukur kerugian dari modal, trailing stop baru bekerja setelah bot dalam profit.
  • Trailing up (grid long saja). Saat harga menembus satu interval di atas puncak rentang, bot memperpanjang grid ke atas dengan menambah level baru, maksimal sebanyak yang Anda izinkan, supaya tidak diam di atas rentang. Tiap perpanjangan memakai modal cadangan tambahan yang dicek terhadap saldo dan batas per-bot saat deploy.
  • Trailing down (grid long saja). Kebalikannya: memperpanjang grid ke bawah saat harga menembus dasar rentang. Ini averaging down, menambah modal saat harga turun, sehingga menjadi opsi paling berisiko. Untuk memakainya, capital lock dan Max Drawdown Stop wajib aktif, dan Anda menetapkan harga floor sebagai batas mutlak seberapa dalam bot boleh menambah level. Perilaku stop loss saat perpanjangan juga Anda pilih: Tetap menjaga kerugian maksimum terkunci di level awal dan lebih aman, sedangkan Ikut turun sengaja melebarkan kerugian maksimum agar level bawah baru bisa terisi.

Sebelum menjalankan, Anda dapat menguji setelan dengan backtest terhadap data historis pair yang sama, langsung dari builder. Hasilnya membantu menilai apakah rentang dan kerapatan level masuk akal, meski kinerja masa lalu tidak menjamin hasil ke depan.

Deploy menyimpan bot sebagai draft terlebih dahulu. Bot baru mulai bekerja setelah Anda menekan Activate di daftar bot, jadi selalu ada satu langkah sadar antara menyusun dan menjalankan. Setelah aktif, bot dapat dijeda, dilanjutkan, dihentikan, atau ditutup kapan saja.

  • Grid bukan mesin profit pasif. Ia menjalankan aturan yang Anda susun. Rentang yang salah membuat bot membeli sepanjang jalan turun atau diam sama sekali.
  • Menambah level tidak menambah untung. Level yang terlalu rapat membuat profit per grid habis dimakan biaya transaksi.
  • Harga keluar rentang bukan kegagalan sistem. Itu skenario yang harus Anda rencanakan sejak awal lewat stop loss, breaker, dan keputusan arah.

Trading crypto futures berisiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Bot menjalankan aturan yang Anda tetapkan, bukan menjamin hasil. Pahami perilaku tiap kontrol di atas sebelum menambah modal, dan mulailah dari ukuran yang tidak mengganggu tidur Anda.