Lewati ke konten

Pemecahan masalah

Halaman ini mengumpulkan kendala yang paling sering muncul beserta cara memeriksanya. Karena Trader Pending bekerja langsung di akun bursa Anda lewat API key milik Anda sendiri, sebagian besar masalah bersumber dari pengaturan di sisi bursa. Telusuri satu per satu dari yang paling umum.

Bila koneksi ke bursa gagal atau posisi tidak muncul, periksa API key Anda di dashboard bursa.

  • Izin READ dan TRADE aktif. API key harus punya izin baca dan izin trading. Tanpa izin TRADE, order tidak bisa dikirim. Anda tidak perlu, dan tidak disarankan, mengaktifkan izin Withdraw.
  • IP whitelist sesuai. Bila di bursa Anda membatasi key ke daftar IP tertentu, pastikan alamat yang benar sudah masuk daftar. Bila ragu, lepas pembatasan IP untuk menguji, lalu pasang kembali setelah koneksi berhasil.
  • Bursa yang dipilih benar. Pastikan key dimasukkan pada bursa yang sesuai. Key Bybit tidak akan bekerja bila terpasang sebagai key Binance.
  • Key belum kedaluwarsa. Sebagian bursa memberi masa berlaku pada API key. Bila sudah lewat, buat key baru lalu perbarui di pengaturan.

Bila order gagal terkirim atau ditolak bursa, penyebabnya hampir selalu batasan di sisi bursa, bukan sistem.

  • Margin tidak cukup. Saldo pada akun futures bursa Anda harus cukup untuk membuka posisi pada ukuran dan leverage yang dipilih. Kalkulator ukuran posisi menampilkan margin yang dibutuhkan sebelum Anda mengirim order.
  • Batas leverage atau step-size. Tiap pair punya leverage maksimum dan kelipatan ukuran (step-size) sendiri. Ukuran order dibulatkan ke kelipatan yang diizinkan; bila leverage melebihi batas pair, turunkan lebih dulu.
  • Simbol tidak tersedia di bursa itu. Tidak semua pair terdaftar di semua bursa. Bila sebuah simbol tidak ada di bursa yang Anda pilih, pilih bursa lain yang mendaftarkan pair tersebut.

Stop-loss dan take-profit ditangani dengan cara yang berbeda. Memahami ini menghindarkan kebingungan saat memantau posisi.

  • Stop-loss ada di sisi bursa. Stop-loss dipasang sebagai order langsung di bursa, jadi tetap berlaku meski koneksi bot sedang terputus.
  • Take-profit dijalankan otomatis. Take-profit dijalankan oleh sistem, termasuk penutupan bertahap bila Anda menetapkan lebih dari satu target. Karena berjalan otomatis, take-profit bergantung pada sistem yang aktif saat harga tersentuh.
  • Periksa posisi setelah edit. Bila Anda mengubah stop atau target pada posisi berjalan, konfirmasikan bahwa nilai baru sudah tercermin di panel posisi sebelum melanjutkan.

Telegram dan aplikasi web adalah dua muka dari sistem yang sama. Bila keduanya terlihat berbeda, kemungkinan besar keduanya belum terhubung sebagai satu akun.

  • Hubungkan akun Anda. Akun Telegram dan akun web dapat dihubungkan agar setting, posisi, dan saldo konsisten di kedua sisi. Setelah terhubung, tindakan di satu sisi tercermin di sisi lain.
  • Muat ulang tampilan. Bila sebuah perubahan belum tampak, segarkan aplikasi web agar menarik data terbaru.

Bila alert dari TradingView tidak memicu order, telusuri rantainya dari alert sampai eksekusi.

  • Token benar. URL webhook harus memakai token Anda yang tepat. Token yang salah atau tertukar membuat alert ditolak.
  • Payload JSON valid. Isi pesan alert harus JSON yang valid dan sesuai format yang diharapkan. Kesalahan tanda kurung atau koma membuat payload gagal dibaca.
  • Paket mendukung webhook. Pastikan paket Anda mencakup fitur webhook.
  • API key bursa terhubung. Alert hanya bisa dieksekusi bila API key bursa sudah terhubung dan berfungsi. Bila koneksi bermasalah, selesaikan bagian API key di atas lebih dulu.

Trading crypto futures berisiko tinggi. Trader Pending tidak menjanjikan keuntungan dan tidak menyimpan dana Anda; dana tetap berada di akun bursa milik Anda.